Penolakan banding tersebut membuatnya harus absen membela Manchester City sebanyak empat laga, dan memulai hukumannya tersebut di laga melawan Liverpool dalam ajang Piala Carling semalam.
"Aku meminta banding karena aku jelas sangat tidak sepakat dengan pendapat ofisial pertandingan pada hari itu tapi inilah yang terjadi dalam sepak bola dan kita harus terus melanjutkannya," terang Kompany.
"Kita akan melihat kembali rekaman video untuk mencari dari sudut yang tidak tercatat oleh ofisial pertandingan, melihat dari sudut pandang yang beda dan potensi hasilnya, dan kemudian sanksi itu."
Mengenai ulah provokasi Wayne Rooney dan pemain Manchester United, bek berusia 24 itu juga sangat menyayangkan karena itu sudah menjadi tradisi di sepeak bola sekarang ini. "Pemain dan manajer ingin berharap banyak pemain yang diusir wasit dan aku pikir itu adalah sebuah alasan yang tidak bisa dibenarkan," ujarnya.
Bek Belgia itu pun mengakui kalau sepak bola Inggris dan ofisial pertandingannya tetaplah yang terbaik di dunia. Baginya, cukup dirinya saja lah yang mendapatkan hukuman dari wasit dan FA, yang menurutnya tak adil tersebut.
"Sepengetahuan saya, sepak bola Inggris sangat membanggakan dilihat dari sisi kerasnya permainan, keadilan dan tradisinya. Itu lah kenapa ribuan orang menyaksikan Liga Premier dan wasit Inggris merupakan kunci dari kesuksesan itu," lanjutnya.
"Jadi aku tidak sepakat dengan orang-orang yang mengatakan kalau wasit di negara ini tidak melakukannya dengan baik, karena saya pikir mereka adalah yang terbaik di dunia."
Terakhir Kompany menuturkan harapannya pada ofisial pertandingan Liga Premier. "Ke depannya semoga akal sehat yang menang dalam memberikan hukuman terhadap pemain yang hanya ingin memenangkan perebutan bola," tutupnya.

0 komentar:
Posting Komentar